Tampilkan postingan dengan label Tentang Sarung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Sarung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

MACAM-MACAM GROSIR SARUNG GAJAH DUDUK

1. GROSIR SARUNG GAJAH DUDUK MIKA

2. GROSIR SARUNG ASIA DUPLEX
 

PROSES PEMBUATAN SARUNG TENUN SECARA TRADISIONAL

Proses pembuatan sarung tenun dapat lagsung anda lihat pada gambar beriku:
proses pertama: seorang ibu menggulung benang pada seruas bambu menggunakan alat sederhana.

BEBERAPA CORAK SARUNG dI INDONESIA


  • Sarung Samarinda
Sarung Samarinda atau Tajong Samarinda adalah jenis kain tenunan tradisional yang bisa didapatkan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sarung ini ditenun dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang disebut Gedokan. Produk yang dihasilkan untuk satu buah sarung memakan waktu 15 hari.
Kerajinan tenun sarung ini pada mulanya dibawa oleh pendatang suku Bugis dari Sulawesi yang berdiam di kawasan Tanah Rendah (sekarang bernama Samarinda Seberang) pada tahun 1668 yang menjadi cikal-bakal pendirian Kota Samarinda.
Sarung Samarinda kian memudar seiring munculnya Sarung yang asli tapi palsu buatan Gresik.

Jumat, 29 Mei 2015

PERBEDAAN SARUNG, SAMPING, JARIK


1. Apa itu sarung?

Sarung merupakan sepotong kain dengan panjang sekitar 2 m dan lebar 1 m. Kemudian kain yang panjang ini disatukan. Cara memakai sarung adalah dengan melilitkannya di pinggang. Cara memakai dan filosofi sarung berbeda-benda di setiap suku.







2. Apakah hanya orang islam yang punya sarung?
            Sebenarnya, sarung pada awalnya digunakan oleh orang islam dari timur tengah sana untuk beribadah karena itu merupakan sunah Nabi. Namun, di Indonesia sarung bukan hanya dipakai oleh orang islam saja. Hindhu di sebagian daerah juga memakai sarung. Jadi, intinya fungsi sarung di Indonesia dan di timur tengah berbeda.

3. Bagaimana penggunaan sarung di luar negeri?
            Di luar negeri seperti Tailan, Kamboja, Myanmar, Laos dan lain-lain dipakai oleh orang budha. Mereka menggunakan sarung sebagai baju santai dan juga sebagai pakaian untuk ibadah, Selain motif yang berbeda di setiap daerah, Perbedaan lainnya yang mencolok adalah jika di Indonesia sarung hanya dipakai oleh laki-laki, maka di negara seprti Laos, Kamboja, dan lain-lain dipakai oleh wanita.

            Perbedan yang mungkin tidak terlihat adalah cara memakainya. Di Indonesia, cara memakai sarung adalah dengan melipat ke bawah bagian atas, Namun di negara seperti Tailan, Kamboja dan lain-lain, cara memakainya seperti memakai sarung pantai yang ada di bali.